Jumat, 14 November 2014

Somebody to you




genre: romantic
main cast: 
 

BRADLEY:
Sifat: lucu, humoris, baik, rajin, dan paling cute

SIMPSON:
Sifat: lucu, usil, malas, suka makan, dan ganteng.

JACK:
Sifat : pendiam, cute, suka olahraga dan menjaga penampilan.

SVEN:
Sifat : usil, playboy, paling suka bercemin





PREPARE 1



Sinar  matahari pagi telah membuat kota dan gedung-gedung tinggi di kota inggris cerah seakan dihiasi gemerlap lampu nan indah, semua orang telah sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing aktivitas di kota itu telah dimulai sejak terbit nya sang fajar.

“hi bangun, dasar kalian ini tidur seperti badak aja susah banget untuk dibangunin” keluh Bradley yang sudah bangun dari tadi.

“eh, tunggu dulu kata lo kami seperti badak, emang lo pernah bangunin badak tidur” celoteh simpson yang tak mau kalah.

“ya terserahlah gue cape, tuh makanan udah siap diatas meja” brad menunjuk meja makan yang telah terisi oleh makanan pagi yang dibuat nya untuk ke tiga temannya.

 “hore makan” teriak simpson dan meloncat dari tempat tidur.
“eh, lo mau kemana simp?” cegat brad.

“ya mau makanlah, habis mau ngapain?” simp berbicara dengan ekpresi datar.

“ mandi dulu atau cuci muka sana jangan langsung makan dong” 

“oke oke, gue mandi tapi yang lain gimana belum pada bangun ni anak” ucap simp yang tersadar akan dua temannya yang belum bangun.

“ya udah bangunin apa susahnya” ucap brad yang sedang sibuk mengganti saluran televisi.

“hey lo bedua bangun….!! Nanti makanan nya gue habisin nih” simp mulai menggeratak.

“oke bos kami bangun” ucap sven dan jack serempak.

Di meja makan.

“wahh… enak banget ni makanan?” celoteh simp yang tak sabar ingin melahap habis semua makan yang ada di meja makan.

“eits… jangan dihabiskan dong, nanti kami makan apa?” ucap sven yang melihat simp mulai membabi buta makanan di atas meja.

“sudah jangan berebut, nanti gue masak lagi” ucap brad yang mencoba agar teman-teman nya tidak berebut makanan.

“oh h iyo kito weakeand nanto mau liboran kemono?” 

“simp, kami ga mengerti apa yang lo katakan, coba telan dulu sarapan yang ada dimulut lo itu baru bicara?” kata sven yang tak mengerti apa yang diucapkan oleh simp.

“emmm, jadi gini gue tadi bilang, kita weekend nanti mau kemana?” 

“oh itu, nanti deh kita bicarakan. Sekarang cepat kita habiskan makanan ini” ucap jack.

Mereka akhrinya telah selesai sarapan dan mereka sibuk dengan kegiatan sendiri. Seperti contohnya sven yang menghabiskan waktunya dilayar monitor laptop, jack menonton acara televisi yang berkaitan dengan health and beauty, brad sibuk dengan buku harry potter ditangannya, dan simp lagi keluar rumah untuk membeli camilan untuknya sendiri.

“horee…. Akhirnya dia mau aku ajak ngedate malam ini yes..” teriak sven girang dan membuat kedua teman nya bingung dan bertanya-tanya.

“lo lagi ngpain sih, chat sama siapa lagi? Dasar playboy kelas kakap” gerutu jack.

“biarin gue playboy dari pada lo yang kerjaan nya Cuma mementingkan penampilan tapi tak punya gebetan hahahha.” Celoteh sven yang tak mau kalah.

“gue bukan nya ga punya gebetan, tapi Cuma belum ada yang cocok.” Jack membela diri.

“kalian ini ribut  terus, bisa ga sehari aja aku ga dengar kalian ribut” brad merasa terganggu akibat perdebatan antara jack dan sven.

“kemana ya si simp, tumben lama banget balik nya?.” Sven mulai mengalihkan pembicaraan.

“benar juga kata lo sven tumben jam segini simp belum datang?” brad menimpali.

“gue pulang..!” suara simp datang berasal dari pintu depan terdengar oleh ketiga temannnya.

“nah itu dia datang” jack menyadari kedatangan simp.

“ciee lagi ngomongin gue ya.” 

“idih pede banget lo” ucap sven.

“tapi bener kan kalian lagi ngomongin gue” celoteh simp.

“iya iya kami ngaku kami tadilagi ngomomngin lo sama makanan yang lo bawa” brad mencoba menggoda simp. 

“hello, makanan ini gue beli untuk gue sendiri ga bagi-bagi, enak aja.” Sesekali simp memasukan kripik kemulutnya yang sudah penuh itu.

“emm, ngommong-ngomong gimana tentang rencana kita buat liburan nanti”

“oke jadi gini aku udah browsing di internet untuk mencari tempat liburan yang indah” sven tetap terus terpaku kepada layar monitor laptop nya.

“jadi dimana bisa dijangkau pakai mobil ga” brad nyambung pembicaran tapi tetap juga sibuk dengan buku harry potternya.

“ya bisa dong, kita akan ke suatu daerah yang pemandangan pantai nya sangat bagus, pantai itu berlokasi di …….” 

“wah seru tuh aku ikut, dan pastinya makanan ku juga ikut serta” ucap simp seraya memasukan potongan keripik terakhir kedalam mulutnya.

“buku-buku juga boleh ikut ya” brad tak mau kalah tatapan nya masih tertuju kepada lembaran terakhir dari novel harry potter.

“oke, berarti lusa kita berangkat” sven menambahkan.

“oke sip” ketiga temannya menjawab serempak.

Malam pun tiba keempat sahabat itu pergi ke suatu mall untuk membeli perlengkapan buat dibawa ketika weekend nanti, didalam mobil mereka sibuk memikirkan mau ke mall mana mereka melangkah.
.

caca

hi teman, gimana FF love story ku bagus ya heheheh *maaf typo

nanti aku akan mempos sebuah cerita lagi yang berjudul  " somebody to you".

dan aku juga ingin mempos karya-karya puisi ku ketika aku mengikuti lom ba waktu smp.

tetap kunjungi blog aku ya, dan jangan lupa post comment.

*salam 2 jari ^_^

Sabtu, 08 November 2014

LOVE STORY 4



“justin” ia spontan memeluk ku dengan erat, aku mencoba melepaskan pelukan gabbie.

“gabbie hentikan!!, ad apa ini? Ada apa denganmu dan dari mana kamu?” ia terrlihat sangat acak-acak kan dan di lengan baju nya ada bekas robekan.

“justin aku ceritanya nanti aja, sekarang cepat bawa aku pergi dari tempat ini” 

Kami berdua pun masuk kedalam mobil dan meninggal tempat itu diperjalan pulang gabbie menceritakan semua nya padaku.

“justin, aku minta maaf selama ini aku tak mendengarkan kata-katamu, dan aku lebih memilih shaq dibandingkan kamu” ia menangis air mata nya banyak sekali aku mencoba mengambilkan tisu untuknya.

“ coba jelaskan ada apa ini?” 

“ shaq telah mencoba menjual ku kepada seoarang pedagang sex komersial ( PSK ), aku mencoba melarikan diri tapi shaq menarik tangan ku dan membaut lengan bajuku sobek” ia mencoba menjelaskan semuanya padaku aku hanya ,menanggapi nya dingin.

“ya udah, toh semua nya sudah terjadi yg pasti kamu harus berhati-hati” ucapku singkat.

Setelah kejadian malam itu aku tak menemui gabbie lagi dan sampai akhirnya aku wisuda bersama kekasih ku cila.

“ baby aku mau kamu menepati janji dan kata-kata mu” gabbie mulai mengingatkan akan janji ku padanya.

“iya by, aku pasti menepatinya besok kita urus segala macamnya, dari undangan sampai catering”
“benarkah, thank’s baby” 

Akhirnya kami tepat menikah pada hari minggu tanggal 14 februari 2015 ya kami memilih hari valentine untuk memperingati hari pernikahan kami.

Aku mempunyai dua anak yang bernama CAL , ia seorang anak laki-laki yang lincah dan pintar, pagi itu aku berangkat kerja.

Sesampainya aku dikantor aku melihat sesok wajah yang sudah selama ini telah lama tak kulihat ya dia gabbie ia juga menyadari adanya aku.

“justin apa kabar?” spontan ia memeluk ku dengan erat.

“ gabbie lepaskan, tak sepantasnya kau seperti ini, aku telah memiliki istri”

“ apa!! Siapa yang berani mengambil kamu dari ku baby?” ia seolah tak percaya aku telah memiliki isti.

“ya aku memiliki istri, ia bernama Pricilla bukater, dan aku memiliki anak yang bernama dewit cal”

“apa kamu menikah dengan cila?. Tapi tak apalah semoga kamu bhagia” ia mencoba untuk senang padahal tergambar di wajahnya ia sedih.

Aku dan cila hidup bahagia, dan bagaimana dengan gabbie ya dia mendapatkan kenalan dari bardford inggris yang sangat menyanginnya dan mereka pun menikah dan memiliki anak perempuan bernama andrea.
                                                                          TAMAT.

Jumat, 07 November 2014

LOVE STORY 3



“APA!! Jadi selama ini shaq adalah seorang penipu yang berusahsa menipu gabbie” ucap cila kesal

“ini tidak bisa dibiarkan gabbie harus tau siapa shaq sebenarnya” timpalku

“cepat justin, kita tak punya banyak waktu”

Akhirnya kami melanjutukan perjalan kerumah gabiie, didalam mobil kami berbincang kecil.
“cil, gimana kalau sigabie ga percaya ap yang telah kita katakana?” 

“tenang aja, ini biar jadi urusanku” dengan sok genit cila melempar bungkusan permen kemuka ku.

Cila memang baik, dan tak salah lagi aku telah berhasil mencintai cila. Walaupun misi kami ini berhasil aku tak akan kembali pada gabie melainkan aku akan terus mencoba untuk mencintai cila.
Sttttt….. tiba tiba aku menghentikan laju mobilku ad suatu hal yang membuatku menghentikan nya, ternyata kepala mungil cia telah jatuh diatas pundakku dengan mata terpejamnya,
“tidur lah yang nyenyak, kalau sampai pasti akan ku bangunkan” ucapku pelan

Hati dan jantung ini berdebar kencang, aku belum pernah merasakan hal ini ketika aku bersama gabie, rasa apa ini apa yang terjadi pada ku?

Akhirnya kami tiba dirumah gabbie, aku pun segera membangunkan cila.

“hey Pricilla bangun kita sudah sampai” walaupun agak berat aku katakana itu kepadanya karena ku 
lihat ia sangat kelelahan.

“ouh, maaf justin aku ketiduran dipundakmu’’ ucapnya agak bersalah.

“iya taka pa, ayo kita keluar”

Bukk.. kami menutup pintu mobil kami dan mulai menginjakan kaki ke teras yang dulu sering sekali ku kunjungi.

Tok..tok kami berdua mengetuk pintu gabbie dan tak  lama setelah itu datanglah wajah yang selama ini menemaniku yaitu gabiie ia menyambut kami dengan sangat ramah.

“hi, justin & cila tumben mau main kesini ada apa ya, jangan dijawab dulu kita bicara didalam aja”  ia seolah tak cemburu melihat kedekatan ku dengan cila, ya sudah ku pastikan ia tak mencintai ku lagi.

“nah silahkan duduk, oh iya kalian mau ngapain kesini?”

“emm, begini gabbie aku dan justin ingin menyampaikan suatu ha yang kamu harus tau”

“apa itu?”

“ini mengenai shaq” timpalku dan terlihat wajah gabbie yang begitu penasaran akan apa yang  ingin kami sampaikan.

“ouh, ada apa dengan shaq?”

“aku dan justin sepulang sekolah tadi ngelihat shaq masuk kedalam gg dan berhenti di depan rumah gubuk dan ia tak sendiri disana, ia bertemu seseorang, seorang laki-laki yang berpenampilan rapi, dan kami juga mendengar kalau mobil yang dipakai shaq untuk ke kampus sekaligus mengantar jemput mu itu adalah mobil laki-laki itu, shaq meminjamnya dan sebagai bayaran nya adalah shaq akan melakukan misinya itu kepadamu, misi itu ialah ingin menipu kamu gabbie, kami berdua juga tak tau menipu dalam bentuk berupa uang atau perasaan atau bahkan yang lainnya”

“ gak, mungkin shaq seperti itu ia adalah orang yang sangat baik”

“gabbie , melihat orang itu jangan langsung lewat parasnnya telusuri dulu asal usulnya” ucapaku meyakinkan gabbie.

“kalian bohong,kalau kalian kesini hanya untuk menjelek-jelekan kekasih ku cepat perrgi aku muak melihat kalian disini PERGI!!!”

Buukkkkgggg… pintu rumah gabbie terbanting dan kami bergegas pulang, didalam mobil kami memikirkan cara agar gabbie percaya bahwa shaq adalah penipu.

“justin, kita lupa membawa property pendukung untuk melancarkan aksi kita”

“maksudnya” aku sedikit bingung apa yang dikatakan cila kepadaku

“begini, kita lupa mebawa barang bukti atau foto gitu ketika shaq bicara dengan laki-laki itu” cila menjelasskan.

“oh iya juga ya”

Mobil ku berhenti di parkiran sebuah apartemen, ya kami berhenti di apartemen peninggalan ibuku, kami pun mulai menaiki lift dan menekan no lantai 12. 

Di dalam lift mata ku tertuju kepada cila, aku pun bergumam.

“cila kau sungguh cantik” hingga membuat ia mendengar

“thank’s justin kamu juga ganteng” cila m]balas memuji aku.

Kepegang tangan cila dan aku mula mengatakan apa yang selama ini kurasakan, sebelum itu aku melihat ke arah lantai berapa kami, ternyata masih lantai 4.  Ini kesempatan baik untuk ku.

“cila jujur aku mencintai mu” kepegang tangan nya dengan begitu erat kukecup jari-jemarinya yang lantas membuat ia menitikan air mata, aku tau air mata itu air mata bahagia.

“ju..juss…justin, kau serius” pipi nya merona dan mata nya masih terus berair.

“ iya aku serius maukah kamu jadi pacar ku” ku hapus air mata nya dengan tangan ku .

“ aku mau justin” ia pun memeluk aku dan aku membalas pelukan nya.

“cila berjanji lah jangan pernah tinggalkan aku” pelukan semakin erat, dan lift menunjukan lantai 8.

“ia justin aku janji, inilah hal yang sangat aku tunggu-tunggu” ia menangis dipelukan ku.

“hey cila kita udah di lantai 10, cepat bersihkan air mata mu, kita sambung didalam apartemen ya”
“oke say”
Akhirnya kami tiba dilantai 12 tepat diseberang lift itu adalah pintu kamarku, apartemen ini sudah setengah tahun lalu tidak ku tempati jadi aku tidak tau apakah CS disini akan membersihkan nya.
Kraakkk… ku lihat apartemen ku masih bersih dan tertapa rapi aromanya pun aroma esen yang sangat aku sukai.

“yuk masuk inilah apartemen ku” laga ku seperti model iklan.

“ bagus justin dan harum sekali, aku suka” kata cila memuji.

“sayang , apartemen ini untukmu” kataku seraya mengambil tangan cila dan memegangnya.

“ sayang, apa ini tidak berlebihan” ucapnya ragu.

“tidak karena selulus wisuda nanti ku akan ,menikahi mu dan aku ingin memiliki anak dari kamu” 

Ku lihat lagi-lagi mata cila dipenuhi butiran halus.

“justin terimakasih,” ia pun memeluk ku dengan erat.

Malam harinya aku mengantarkan cila pulang, diperjalan aku melihat seorang wanita jalan pontang panting, dan aku tak asing dengan wanita itu.

Secepat mungkin aku menghentikan mobil ku dan turun untuk melihat siapa itu.

“ gabbie !!!” teriak ku, ternyata wanita itu gabbie ia seolah habis mendapat suatu masalh yang besar.

“justin” ia spontan memeluk ku dengan erat, aku mencoba melepaskan 


BERSAMBUNG... tunggu kelanjutan ceritanya yak's guys