LOVE STORY
main cast : Harry styles as justinTaylor swift as gabbie
zayn malik as shaq
Ariana grande as pricilla
love story 1
Kringg……… “ah sial mengapa aku harus terbangun hanya untuk
pergi kuliah dan mendapat setumpuk tugas yang memubuaat aku pusing” ya aku memang terkenaal sedikit malas, aku
berkuliah diwestren union pagi itu pagi yang cerah secerah pipi Angelina jolie,
burung- burung berkicau angin berhembus dengan sepoi-sepoi.
Well ini nasib jadi seorang pelajar terkekang olah setumpuk
tugas, tapi nama nya juga remaja, tidak afdol kalu belum menceritakan tentang
cinta, aku memiliki kekasih bernama gabbie dia cantik, tubuh nya tinggi, berkulit
putih bak susu, dan memiliki rambut yang ikal.
“justin..” suara itu seperti tak asing bagi ku, benar saja
teriakan gabbie telah membuyar kan lamunan ku di meja makan, seperti biasa gabbie selalu datang kerumah ku setiap pagi
hanya untuk mengecek apakah aku sudah bangun atau belum, “ oh baby, kau baru
saja ingin membuat seorang pangeran tampan ini kehilangan jantung nya” “ kamu
juga sih pagi-pagi sudah ngelamun” “dari pada kita debat lebih baik kita
langsung pergi aja ke kampus” “ide yang bagus, aku juga lagi ga mood berdebat
sama kamu”,
Akhirnya kami pun pergi ke kampus dengan menggunakan mobil sedan, disepanjang jalan
menuju kampus aku dan gabbie hanya bercanda ringan seringan kapas.
Setibanya dikampus aku dan gabbie menemukan sebuah keanehan
yang sebelumnya belum pernah terjadi , tidak seperti biasanya dii parkiran
kampus banyak orang berkerumun, “ baby look, ada apa itu diparkiran, kerumunan
itu menutupi tempat parkir favorite
kita” gabiie mengeluarkan seluruh kekesalan nya kepadaku, “ dari pada kita
penasaran lebih baik kita cari tau ada apa?” akhirnya kami ikut menghampiri
kerumunan itu, apa Cuma ada murid baru dari USA doang ramai seperti ingin dapat
sembako gratis, ini sangat tidak adil bagi ku karena sebelum ada lelaki dari
USA itu akulah lelaki tertamapan di western union, aku ragu apakah aku masih
bisa mendapat gelar itu.
Dikelas aku hanya memikirkan murid baru tadi aku takut kalau
suatu saat nanti, gabiie akan jatuh cinta pada lelaki astral itu, apa? Ap yang
telah kupikirkan aku tidak boleh berpikiran seperti itu pada gabbie dia telah
menemani ku lebih dari 3 tahun aku sangat mencintai gabbie begitupun dengan
gabiie.
Seperti biasa sepulang sekolah aku mampir kekelas gabbie
untuk menjemputnya, sesampainya aku didepan pintu kelas gabbie yang kutemukan
hanyalah kelas yang kosong, kemana
gabbie? Tidak biasanya ia seperti ini. Akupun mengambil ponsel ku dan
mencoba menghubungi gabbie, aku mendapatkan missed call sebanyak 10 kali dari
gabbie, aku pun mencoba menelpon balik, dan tidak lama setelah itu ia akhirnya
mengangkat telepon dari ku. “baby maafkan
aku, aku telah mencoba menghubungimu?” “ia tak apa, tapi sekarang kau berada dimana
aku khwatir bersama siapa kamu pulang” “aku
pulang bersama shaq, ia menawrkan aku sebuah tumpangan aku tak enak untuk
menolak nya” sial, shaq telah
mencoba merebut gabbie dari ku “ tak apalah bye” dengan rasa kecewa aku pun
menutup pembicaraan ku dengan gabbie.
Bukkk, kuhempaskan tubuh ku diatas kasur yang empuk sambil
ku putar lagu mellow yang membuat ku ingin terlelap tiba-tiba dunia berubah
begitu gelap dan zzzZZZZ akhirnya aku pun tertidur.
Kring,kring, siapa sih yang berani membangunkan pangeran
yang sedang tertidur lelap, aku lihat kelayar monitor dan disitu aku temukan
tulisan gabbie memanggil, agak males sih berbicara dengan nya tapi ada rasa
kangen juga, baik ku angkat aja deh. “ ya baby” “ baby, aku tau kamu marah sama aku, maafkan aku justin” “aku mau memaafkan mu, asalkan kamu mau dinner
sama ku malam ini di caffe capung jam 7 malam” “oke, aku akan kesana jam 7 tepat bye baby see you letter” tanpa membuang waktu aku segera pergi mandi
dan menyiapkan pakaian best couple kami, baju itu bertuliskan nama aku dan
gabbie kami selalu memakai nya ketika pergi berdua seperti mala mini contohnya.
Aku berangkat jam 7 kurang, dijalan aku disibukkan dengan
pemandangan yang indah wajar sih karena mala mini malam minggu, malam dimana
anak muda pada hilir mudik, tak jarang caffe penuh ketika malam minggu.
Sesampai nya aku disana aku tidak menemukan gabbie , mungkin
ia masih dijalan, aku mencoba menunggu, aku terus menunggu hingga arloji
ditangan ku menunjukan pukul 9:00, “kemana gabiie biasanya ia tak pernah telat
aku coba kerumahnya deh mungkin dia lupa ada janji denganku” akhirnya aku
memutuskan untuk pergi kerumahnya.
Mobil sedan merah ku melaju dijalan dan akhirnya sampai
ditempat tujuan, tok..tok.. aku mencoba meng8etuk pintu tak lama setelah itu
ada perempuan paruh baya membuka pintu, “justin, apa kabar sayang” benar saja
itu ibu nya gabbie jangan heran kalau ibu nya saja akrab dengan ku toh aku
pacaran dengan gabbie kan ga sebentar “ aku baik mom, ngomong-ngomong gabiie
nya ada ga mom?” “ aduh justin gabbie lagi ga ada dirumah” lo gabbie ga ad
dirumah lalu ia kemana “ apa? Kemana dia mom?” “dia jalan sama laki-laki yang
ngantar ia pulang siang tadi momy kira itu kamu sayang” jangan bilang ia pergi
bersama mahluk astral itu, “ dari jam berapa ia pergi mom?” “ jam 7 tadi” apa
ini ga mungkin kenapa gabbie malah memilih pergi bersama shaq, bukankah ia
telah punya janji kepadaku, “ terimakasih mom justin puang dulu ya bye” “iya
sayang hati-hati”.
“Sial… sial… mahluk astral itu telah membuat gabbie bertekuk
lutut kepadanya”,kemarahan ku membuat
aku lebih cepat tertidur dar biasanya.
Pagi itu sangat berbeda karena tidak ada teriakan gabbie
yang membuat telinga ku hamper pecah, tak biasanya gabbie tak kerumah ku ada
apa? Jngan mahluk astral lagi no!!!, kring… kringg.. “ halo baby “ “baby
I’m sorry aku tak bisa kerumah mu karena
hari ini aku pergi bersama sahq bye” tut..tut.. hah mati gabiie tak sedikit pun
meminta maaf kepada ku gara-gara kejadian tadi malam ia pun berbicara sangat
singkat di telepon, ada apa dengan gabiie apa yang telah dilakukan shaq hingga
membbuat ia lupa akan segala hal akhhggg!!!!.
Setelah sampai dikampus aku menemui teaman-teman ku dan aku
mulai menceritakan keanehan gabbie kepada mereka “ sebaiknya cari tau deh asal-
usul justin itu dan kumpulkan informasi tentangnya” “ tapi bagaimana caranya
berbicara dengan nya pun aku belum pernah” “ coba kamu pura-pura ingin berteman
dengan nya dan korek informasi tentang beres kan” “ide yang cukup bagus oke
akan ku coba”.
apa? Apa aku tak salah lihat gabbie tengah beerduan dengan
shaq ditaman no!! aku mencoba mengintip dan aku bisa mendengar percakapan
mereka “ sayang, aku sayang sekali sama kamu” “aku juga baby, tapi bagaimana
dengan justin?” “emm, putusin aja dia lalu kita bisa terus bersama ia kan, apa
sih istimewa nya justin, dia hanya lelaki manja” “ oke tapi aku perlu waktu”
aku pun mendekat hingga mereka tau aku telah mendengar percakapan nya “ tak
perlu minta waktu, aku sudah tau semuanya cukup sampai disini gabbie aku yang
akan memutuskan untuk putus semoga kamu bahagia dengan lelaki yang aneh ini”
aku pun meninggalakn mereka berdua aku hanya bisa mendengar sasyup-sayup
teriakan gabbie “ justin terimaksih karenaa selama ini kau telah menyayangi
aku”.
“Akhhggg!!!!. Sial…” “ ada apa dengan mu, tak biasa nya kamu
begini “ “Pricilla kenapa kamu ada disini” “aku tak sengaja meliat mu menangis,
aku hanya heran baru pertama kali aku melihat seorang justin yang kocak
menangis” “ sudahlah jangan mencoba menghiburku” “ hahaha akhirnya kau tertawa”
priciila adalah teamn sekelas ku ia cantik tak jauh beda dengan gabbie tapi ada
kelebiahn yang dimiliki Pricilla ia tetap ada disampingku ketika aku susah
maupun bahagia ia sahabt terbaiku, “ cila, kamu mau ga temenin aku nongkrong
pulang kuliah nanti?” “ aku sih mau aja, tapi… bagaimana dengan gabbie?”
Pricilla sangat menjaga hubungan ku dengan gabbie ia tak mau ada salah paham
diantara kami berdua, “ aku telah putus dengan nya” “apa!! Bagaimana bisa
selama ini kalian cukup romantis” “ceritaa nya panjang nanti kuceritkan ketika
kita di caffe”
Sepulang kuliah akhhrinya aku dan cila ke caffecapung, caffe
dimana banyak memori tersimpan akan aku dan gabbie, “ okey lanjutkan ceritamu
yang tertunda tadi” “ jadi begini gabbie bersikap aneh ketika datang nya murid
baru dikelas nya ia bernama shaq, ia jarang sekali ada waktu untuk ku, ketika
akhirnya aku tau ia mempunyai hubungan yang special dengan shaq dan akhirnya
kami putus” “ oh tidak murid baru itu belum tau ia sedang berhadapan dengan
siapa” “cila sudah ini masalh aku, gabbie, dan shaq” cila memang tak suka kalau
ada orang yang merusak hubungan ku dengan gabbie, padahal sebenarnya aku tau
kalau dia itumencintaiku tapi ia tak pernah sedikitpun mempunyai niat merusak
hubungan ku dengan gabbie “tapi justin, kamu tau sendirikan aku paling gak suak
ada orang ynag merusak hubungan mu dengan gabbie” “kalau begtiu bantu aku korek
informasi tentang shaq setuju” “ yap aku setuju”, kami pun akhirnya pulang.
Aku tak percaya orang yang salami ini aku sayangi lebih
memilih laki-laki yang baru dikenal nya dari pada aku yang tealah menemani nya
lebih dari 3 tahun lamanya, aku tak akn membiarkan laki-laki itu mengambil
gabbie dari ku, aku harus memperjuangkan desi harus!!
Pagi ini aku tidak ke kampus karena pikiran ku kosong aku
tak tau harus kemana, semangat telah tiada, aku rasanya ingin pergi kea lam
bebas dan melupakan semua ini aku harap ini Cuma mimpi tidak!! Ini tidak boleh
terjadi aku harus bersemangat walau gabbie bukan lah milikku lagi.
“justin, ternyata kamu disini, mengapa kau tak ke kampus
pagi tadi aku khawatir” “tenang lah cila aku baik-baik saja, aku hanya perlu
waktu” cila sangat baik kepadaku melebihi gabbie tapi aku tak bisa menci ntai
cila karena ia sahabatku walau ku tau bahwa sebenarnya ia sangat mengharapkan
aku, “dari pada kamu bengong, lebih baik kita hangout aja” “emmm, ide yang
bagus oke tunggu sebentar aku ganti baju” aku pun akhirnya pergi kekamar dan
mencari baju terbaik yang belum pernah ku kenakan sebelumnya aku ingin membuat
jalan-jalan ku dengan cila berjalan dengan mulus dan bahagia.
“wow, kamu sangat keren justin kau tidak sepertti biasanya"
bersambung... ke love story 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar