Selasa, 04 November 2014

LOVE STORY


 teman? aku kan pernah bilang kan aku mau nge post tentang ff ku, ni ada penggalan sedikit dari ff aku yang berjudul "LOVE STORY", ff ini bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalin hubungan sudah hampir 3 thn lamanya. semenjak dikampus mereka kedatangan murid akhirnya hubungan mereka menjauh, mereka sama-sama memiliki pasangan yang baru, eittss... segitu aja dulu kalo mau tau lanjutan baca aja ndiri.. :D
LOVE STORY
main cast :  Harry styles as justin
                    Taylor swift as gabbie
                    zayn malik as shaq
                    Ariana grande as pricilla              
 love story 1



Kringg……… “ah sial mengapa aku harus terbangun hanya untuk pergi kuliah dan mendapat setumpuk tugas yang memubuaat aku pusing”  ya aku memang terkenaal sedikit malas, aku berkuliah diwestren union pagi itu pagi yang cerah secerah pipi Angelina jolie, burung- burung berkicau angin berhembus dengan sepoi-sepoi.
Well ini nasib jadi seorang pelajar terkekang olah setumpuk tugas, tapi nama nya juga remaja, tidak afdol kalu belum menceritakan tentang cinta, aku memiliki kekasih bernama gabbie dia cantik, tubuh nya tinggi, berkulit putih bak susu, dan memiliki rambut yang ikal.
“justin..” suara itu seperti tak asing bagi ku, benar saja teriakan gabbie telah membuyar kan lamunan ku di meja makan, seperti biasa  gabbie selalu datang kerumah ku setiap pagi hanya untuk mengecek apakah aku sudah bangun atau belum, “ oh baby, kau baru saja ingin membuat seorang pangeran tampan ini kehilangan jantung nya” “ kamu juga sih pagi-pagi sudah ngelamun” “dari pada kita debat lebih baik kita langsung pergi aja ke kampus” “ide yang bagus, aku juga lagi ga mood berdebat sama kamu”,
Akhirnya kami pun pergi ke kampus dengan  menggunakan mobil sedan, disepanjang jalan menuju kampus aku dan gabbie hanya bercanda ringan seringan kapas.
Setibanya dikampus aku dan gabbie menemukan sebuah keanehan yang sebelumnya belum pernah terjadi , tidak seperti biasanya dii parkiran kampus banyak orang berkerumun, “ baby look, ada apa itu diparkiran, kerumunan itu menutupi  tempat parkir favorite kita” gabiie mengeluarkan seluruh kekesalan nya kepadaku, “ dari pada kita penasaran lebih baik kita cari tau ada apa?” akhirnya kami ikut menghampiri kerumunan itu, apa Cuma ada murid baru dari USA doang ramai seperti ingin dapat sembako gratis, ini sangat tidak adil bagi ku karena sebelum ada lelaki dari USA itu akulah lelaki tertamapan di western union, aku ragu apakah aku masih bisa mendapat gelar itu.
Dikelas aku hanya memikirkan murid baru tadi aku takut kalau suatu saat nanti, gabiie akan jatuh cinta pada lelaki astral itu, apa? Ap yang telah kupikirkan aku tidak boleh berpikiran seperti itu pada gabbie dia telah menemani ku lebih dari 3 tahun aku sangat mencintai gabbie begitupun dengan gabiie.
Seperti biasa sepulang sekolah aku mampir kekelas gabbie untuk menjemputnya, sesampainya aku didepan pintu kelas gabbie yang kutemukan hanyalah kelas yang kosong, kemana  gabbie? Tidak biasanya ia seperti ini. Akupun mengambil ponsel ku dan mencoba menghubungi gabbie, aku mendapatkan missed call sebanyak 10 kali dari gabbie, aku pun mencoba menelpon balik, dan tidak lama setelah itu ia akhirnya mengangkat telepon dari ku. “baby maafkan aku, aku telah mencoba menghubungimu?”  “ia tak apa, tapi sekarang kau berada dimana aku khwatir bersama siapa kamu pulang” “aku pulang bersama shaq, ia menawrkan aku sebuah tumpangan aku tak enak untuk menolak nya”  sial, shaq telah mencoba merebut gabbie dari ku “ tak apalah bye” dengan rasa kecewa aku pun menutup pembicaraan ku dengan gabbie.
Bukkk, kuhempaskan tubuh ku diatas kasur yang empuk sambil ku putar lagu mellow yang membuat ku ingin terlelap tiba-tiba dunia berubah begitu gelap dan zzzZZZZ akhirnya aku pun tertidur.
Kring,kring, siapa sih yang berani membangunkan pangeran yang sedang tertidur lelap, aku lihat kelayar monitor dan disitu aku temukan tulisan gabbie memanggil, agak males sih berbicara dengan nya tapi ada rasa kangen juga, baik ku angkat aja deh. “ ya baby” “ baby, aku tau kamu marah sama aku, maafkan aku justin”  “aku mau memaafkan mu, asalkan kamu mau dinner sama ku malam ini di caffe capung jam 7 malam” “oke, aku akan kesana jam 7 tepat bye baby see you letter”  tanpa membuang waktu aku segera pergi mandi dan menyiapkan pakaian best couple kami, baju itu bertuliskan nama aku dan gabbie kami selalu memakai nya ketika pergi berdua seperti mala mini contohnya.
Aku berangkat jam 7 kurang, dijalan aku disibukkan dengan pemandangan yang indah wajar sih karena mala mini malam minggu, malam dimana anak muda pada hilir mudik, tak jarang caffe penuh ketika malam minggu.
Sesampai nya aku disana aku tidak menemukan gabbie , mungkin ia masih dijalan, aku mencoba menunggu, aku terus menunggu hingga arloji ditangan ku menunjukan pukul 9:00, “kemana gabiie biasanya ia tak pernah telat aku coba kerumahnya deh mungkin dia lupa ada janji denganku” akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumahnya.
Mobil sedan merah ku melaju dijalan dan akhirnya sampai ditempat tujuan, tok..tok.. aku mencoba meng8etuk pintu tak lama setelah itu ada perempuan paruh baya membuka pintu, “justin, apa kabar sayang” benar saja itu ibu nya gabbie jangan heran kalau ibu nya saja akrab dengan ku toh aku pacaran dengan gabbie kan ga sebentar “ aku baik mom, ngomong-ngomong gabiie nya ada ga mom?” “ aduh justin gabbie lagi ga ada dirumah” lo gabbie ga ad dirumah lalu ia kemana “ apa? Kemana dia mom?” “dia jalan sama laki-laki yang ngantar ia pulang siang tadi momy kira itu kamu sayang” jangan bilang ia pergi bersama mahluk astral itu, “ dari jam berapa ia pergi mom?” “ jam 7 tadi” apa ini ga mungkin kenapa gabbie malah memilih pergi bersama shaq, bukankah ia telah punya janji kepadaku, “ terimakasih mom justin puang dulu ya bye” “iya sayang hati-hati”.
“Sial… sial… mahluk astral itu telah membuat gabbie bertekuk lutut  kepadanya”,kemarahan ku membuat aku lebih cepat tertidur dar biasanya.
Pagi itu sangat berbeda karena tidak ada teriakan gabbie yang membuat telinga ku hamper pecah, tak biasanya gabbie tak kerumah ku ada apa? Jngan mahluk astral lagi no!!!, kring… kringg.. “ halo  baby “ “baby I’m sorry aku tak  bisa kerumah mu karena hari ini aku pergi bersama sahq bye”  tut..tut.. hah mati gabiie tak sedikit pun meminta maaf kepada ku gara-gara kejadian tadi malam ia pun berbicara sangat singkat di telepon, ada apa dengan gabiie apa yang telah dilakukan shaq hingga membbuat ia lupa akan segala hal akhhggg!!!!.
Setelah sampai dikampus aku menemui teaman-teman ku dan aku mulai menceritakan keanehan gabbie kepada mereka “ sebaiknya cari tau deh asal- usul justin itu dan kumpulkan informasi tentangnya” “ tapi bagaimana caranya berbicara dengan nya pun aku belum pernah” “ coba kamu pura-pura ingin berteman dengan nya dan korek informasi tentang beres kan” “ide yang cukup bagus oke akan ku coba”.
apa? Apa aku tak salah lihat gabbie tengah beerduan dengan shaq ditaman no!! aku mencoba mengintip dan aku bisa mendengar percakapan mereka “ sayang, aku sayang sekali sama kamu” “aku juga baby, tapi bagaimana dengan justin?” “emm, putusin aja dia lalu kita bisa terus bersama ia kan, apa sih istimewa nya justin, dia hanya lelaki manja” “ oke tapi aku perlu waktu” aku pun mendekat hingga mereka tau aku telah mendengar percakapan nya “ tak perlu minta waktu, aku sudah tau semuanya cukup sampai disini gabbie aku yang akan memutuskan untuk putus semoga kamu bahagia dengan lelaki yang aneh ini” aku pun meninggalakn mereka berdua aku hanya bisa mendengar sasyup-sayup teriakan gabbie “ justin terimaksih karenaa selama ini kau telah menyayangi aku”.
“Akhhggg!!!!. Sial…” “ ada apa dengan mu, tak biasa nya kamu begini “ “Pricilla kenapa kamu ada disini” “aku tak sengaja meliat mu menangis, aku hanya heran baru pertama kali aku melihat seorang justin yang kocak menangis” “ sudahlah jangan mencoba menghiburku” “ hahaha akhirnya kau tertawa” priciila adalah teamn sekelas ku ia cantik tak jauh beda dengan gabbie tapi ada kelebiahn yang dimiliki Pricilla ia tetap ada disampingku ketika aku susah maupun bahagia ia sahabt terbaiku, “ cila, kamu mau ga temenin aku nongkrong pulang kuliah nanti?” “ aku sih mau aja, tapi… bagaimana dengan gabbie?” Pricilla sangat menjaga hubungan ku dengan gabbie ia tak mau ada salah paham diantara kami berdua, “ aku telah putus dengan nya” “apa!! Bagaimana bisa selama ini kalian cukup romantis” “ceritaa nya panjang nanti kuceritkan ketika kita di caffe”
Sepulang kuliah akhhrinya aku dan cila ke caffecapung, caffe dimana banyak memori tersimpan akan aku dan gabbie, “ okey lanjutkan ceritamu yang tertunda tadi” “ jadi begini gabbie bersikap aneh ketika datang nya murid baru dikelas nya ia bernama shaq, ia jarang sekali ada waktu untuk ku, ketika akhirnya aku tau ia mempunyai hubungan yang special dengan shaq dan akhirnya kami putus” “ oh tidak murid baru itu belum tau ia sedang berhadapan dengan siapa” “cila sudah ini masalh aku, gabbie, dan shaq” cila memang tak suka kalau ada orang yang merusak hubungan ku dengan gabbie, padahal sebenarnya aku tau kalau dia itumencintaiku tapi ia tak pernah sedikitpun mempunyai niat merusak hubungan ku dengan gabbie “tapi justin, kamu tau sendirikan aku paling gak suak ada orang ynag merusak hubungan mu dengan gabbie” “kalau begtiu bantu aku korek informasi tentang shaq setuju” “ yap aku setuju”, kami pun akhirnya pulang.
Aku tak percaya orang yang salami ini aku sayangi lebih memilih laki-laki yang baru dikenal nya dari pada aku yang tealah menemani nya lebih dari 3 tahun lamanya, aku tak akn membiarkan laki-laki itu mengambil gabbie dari ku, aku harus memperjuangkan desi harus!!
Pagi ini aku tidak ke kampus karena pikiran ku kosong aku tak tau harus kemana, semangat telah tiada, aku rasanya ingin pergi kea lam bebas dan melupakan semua ini aku harap ini Cuma mimpi tidak!! Ini tidak boleh terjadi aku harus bersemangat walau gabbie bukan lah milikku lagi.
“justin, ternyata kamu disini, mengapa kau tak ke kampus pagi tadi aku khawatir” “tenang lah cila aku baik-baik saja, aku hanya perlu waktu” cila sangat baik kepadaku melebihi gabbie tapi aku tak bisa menci ntai cila karena ia sahabatku walau ku tau bahwa sebenarnya ia sangat mengharapkan aku, “dari pada kamu bengong, lebih baik kita hangout aja” “emmm, ide yang bagus oke tunggu sebentar aku ganti baju” aku pun akhirnya pergi kekamar dan mencari baju terbaik yang belum pernah ku kenakan sebelumnya aku ingin membuat jalan-jalan ku dengan cila berjalan dengan mulus dan bahagia.
“wow, kamu sangat keren justin kau tidak sepertti biasanya"

bersambung... ke love story 2



Tidak ada komentar:

Posting Komentar