Jumat, 07 November 2014

LOVE STORY 3



“APA!! Jadi selama ini shaq adalah seorang penipu yang berusahsa menipu gabbie” ucap cila kesal

“ini tidak bisa dibiarkan gabbie harus tau siapa shaq sebenarnya” timpalku

“cepat justin, kita tak punya banyak waktu”

Akhirnya kami melanjutukan perjalan kerumah gabiie, didalam mobil kami berbincang kecil.
“cil, gimana kalau sigabie ga percaya ap yang telah kita katakana?” 

“tenang aja, ini biar jadi urusanku” dengan sok genit cila melempar bungkusan permen kemuka ku.

Cila memang baik, dan tak salah lagi aku telah berhasil mencintai cila. Walaupun misi kami ini berhasil aku tak akan kembali pada gabie melainkan aku akan terus mencoba untuk mencintai cila.
Sttttt….. tiba tiba aku menghentikan laju mobilku ad suatu hal yang membuatku menghentikan nya, ternyata kepala mungil cia telah jatuh diatas pundakku dengan mata terpejamnya,
“tidur lah yang nyenyak, kalau sampai pasti akan ku bangunkan” ucapku pelan

Hati dan jantung ini berdebar kencang, aku belum pernah merasakan hal ini ketika aku bersama gabie, rasa apa ini apa yang terjadi pada ku?

Akhirnya kami tiba dirumah gabbie, aku pun segera membangunkan cila.

“hey Pricilla bangun kita sudah sampai” walaupun agak berat aku katakana itu kepadanya karena ku 
lihat ia sangat kelelahan.

“ouh, maaf justin aku ketiduran dipundakmu’’ ucapnya agak bersalah.

“iya taka pa, ayo kita keluar”

Bukk.. kami menutup pintu mobil kami dan mulai menginjakan kaki ke teras yang dulu sering sekali ku kunjungi.

Tok..tok kami berdua mengetuk pintu gabbie dan tak  lama setelah itu datanglah wajah yang selama ini menemaniku yaitu gabiie ia menyambut kami dengan sangat ramah.

“hi, justin & cila tumben mau main kesini ada apa ya, jangan dijawab dulu kita bicara didalam aja”  ia seolah tak cemburu melihat kedekatan ku dengan cila, ya sudah ku pastikan ia tak mencintai ku lagi.

“nah silahkan duduk, oh iya kalian mau ngapain kesini?”

“emm, begini gabbie aku dan justin ingin menyampaikan suatu ha yang kamu harus tau”

“apa itu?”

“ini mengenai shaq” timpalku dan terlihat wajah gabbie yang begitu penasaran akan apa yang  ingin kami sampaikan.

“ouh, ada apa dengan shaq?”

“aku dan justin sepulang sekolah tadi ngelihat shaq masuk kedalam gg dan berhenti di depan rumah gubuk dan ia tak sendiri disana, ia bertemu seseorang, seorang laki-laki yang berpenampilan rapi, dan kami juga mendengar kalau mobil yang dipakai shaq untuk ke kampus sekaligus mengantar jemput mu itu adalah mobil laki-laki itu, shaq meminjamnya dan sebagai bayaran nya adalah shaq akan melakukan misinya itu kepadamu, misi itu ialah ingin menipu kamu gabbie, kami berdua juga tak tau menipu dalam bentuk berupa uang atau perasaan atau bahkan yang lainnya”

“ gak, mungkin shaq seperti itu ia adalah orang yang sangat baik”

“gabbie , melihat orang itu jangan langsung lewat parasnnya telusuri dulu asal usulnya” ucapaku meyakinkan gabbie.

“kalian bohong,kalau kalian kesini hanya untuk menjelek-jelekan kekasih ku cepat perrgi aku muak melihat kalian disini PERGI!!!”

Buukkkkgggg… pintu rumah gabbie terbanting dan kami bergegas pulang, didalam mobil kami memikirkan cara agar gabbie percaya bahwa shaq adalah penipu.

“justin, kita lupa membawa property pendukung untuk melancarkan aksi kita”

“maksudnya” aku sedikit bingung apa yang dikatakan cila kepadaku

“begini, kita lupa mebawa barang bukti atau foto gitu ketika shaq bicara dengan laki-laki itu” cila menjelasskan.

“oh iya juga ya”

Mobil ku berhenti di parkiran sebuah apartemen, ya kami berhenti di apartemen peninggalan ibuku, kami pun mulai menaiki lift dan menekan no lantai 12. 

Di dalam lift mata ku tertuju kepada cila, aku pun bergumam.

“cila kau sungguh cantik” hingga membuat ia mendengar

“thank’s justin kamu juga ganteng” cila m]balas memuji aku.

Kepegang tangan cila dan aku mula mengatakan apa yang selama ini kurasakan, sebelum itu aku melihat ke arah lantai berapa kami, ternyata masih lantai 4.  Ini kesempatan baik untuk ku.

“cila jujur aku mencintai mu” kepegang tangan nya dengan begitu erat kukecup jari-jemarinya yang lantas membuat ia menitikan air mata, aku tau air mata itu air mata bahagia.

“ju..juss…justin, kau serius” pipi nya merona dan mata nya masih terus berair.

“ iya aku serius maukah kamu jadi pacar ku” ku hapus air mata nya dengan tangan ku .

“ aku mau justin” ia pun memeluk aku dan aku membalas pelukan nya.

“cila berjanji lah jangan pernah tinggalkan aku” pelukan semakin erat, dan lift menunjukan lantai 8.

“ia justin aku janji, inilah hal yang sangat aku tunggu-tunggu” ia menangis dipelukan ku.

“hey cila kita udah di lantai 10, cepat bersihkan air mata mu, kita sambung didalam apartemen ya”
“oke say”
Akhirnya kami tiba dilantai 12 tepat diseberang lift itu adalah pintu kamarku, apartemen ini sudah setengah tahun lalu tidak ku tempati jadi aku tidak tau apakah CS disini akan membersihkan nya.
Kraakkk… ku lihat apartemen ku masih bersih dan tertapa rapi aromanya pun aroma esen yang sangat aku sukai.

“yuk masuk inilah apartemen ku” laga ku seperti model iklan.

“ bagus justin dan harum sekali, aku suka” kata cila memuji.

“sayang , apartemen ini untukmu” kataku seraya mengambil tangan cila dan memegangnya.

“ sayang, apa ini tidak berlebihan” ucapnya ragu.

“tidak karena selulus wisuda nanti ku akan ,menikahi mu dan aku ingin memiliki anak dari kamu” 

Ku lihat lagi-lagi mata cila dipenuhi butiran halus.

“justin terimakasih,” ia pun memeluk ku dengan erat.

Malam harinya aku mengantarkan cila pulang, diperjalan aku melihat seorang wanita jalan pontang panting, dan aku tak asing dengan wanita itu.

Secepat mungkin aku menghentikan mobil ku dan turun untuk melihat siapa itu.

“ gabbie !!!” teriak ku, ternyata wanita itu gabbie ia seolah habis mendapat suatu masalh yang besar.

“justin” ia spontan memeluk ku dengan erat, aku mencoba melepaskan 


BERSAMBUNG... tunggu kelanjutan ceritanya yak's guys

Tidak ada komentar:

Posting Komentar