“aku ingin malam ini sedikit terlihat berbeda, karena aku
lagi jalan sama bidadari” aku melihat pipi cila berubah memerah oh my god dia sangat cantik mengapa aku
baru sadar bahwa cila itu sangat cantik.
“justin kamu kenapa, ada yang salah dari aku, atau aku jelek”
“tidak sama sekali, kamu cantik kok .ya udah kita berangkat
sekarang aja nanti kemalaman”
Didalam mobil mataku tertuju kepada wajah cila yang dari
tadi tertunduk dan menggambarkan seolah ia sedang memendam sebuah perasaan yang
tak bisa ia tahan lagi.
Aku sesekali memandangi wajahnya, aku tidak bisa focus menyetir
hingga akhirnya kuputuskan untuk berhenti di pinggir jalan, aku pun mulai
mengatakan keheranan ku akan sifat cila.
“cil, kamu kenapa? Kamu baik-baik aja kan” aku mulai melihat
butiran –butiran air kecil jatuh diatas pipi cila yang merona
.
“justin, a…ak…aku tidak enak kepada gabbie”
“kenapa, ia bukan siapa-siapa ku lagi”
“tapi…?”
“sudah berhentilah menangis jangan rusak malam minggu kita
ini dengan air matamu” aku mengusap air mata cila dengan penuh kelembutan,
jantung ku berdetak cepat, ada apa ini aku belum pernah merasakan ini
sebelumnya apa aku jatuh cinta?
Kami pun melanjutkan perjalanan kami, menuju kesebuah caffe
yang baru opening, kami memesan meja untuk dua orang kami menghabiskan waktu
dengan makan dan bersenda gurau sampai kami tak sadar arloji yang melingkar
dipergelangan tangan ku menunjukan pukul 20.00
“cila ini sekarang hampir larut malam ayo kita pulang”
“baik bos”
Cila memang suka bercanda hingga membuat aku mencubit pipinya hingga memerah, ia hanya
berteriak kecil.
Sekitar pukul 23.00 kami tiba dirumah cila, aku pun membuka
kan nya pintu mobil seperti layaknya di film-film, aku mengantarkan nya hingga ia
dibuka kan pintu oleh ibunya, tak lama kemudian wanita dengan rambut wavy
berwarna blonde membuka pintu, ia memang sudah tua tapi dia masih terlihat
cantik wajahnya pun sama persis seperti cila.
“cila, akhirnya kamu pulang” ungkap wanita itu setelah
melihat cila pulang.
“iya mah, oh iya ini kenalkan namanya justin yang sering ku
ceritakn pada mamah”
“justin tante” ternyata wanita itu adalah ibunya cila
pantasan muka nya beda tipis, aku menyambut tangan ibunya dengan penuh senyuman
dan keramah tamahan.
“oh ini yang namaya justin, justin cila telah bercerita
banyak tentang mu, tante masuk dulu ya ada pekerjaan didalam, cila temannya
dibawa masuk rumah dong masa diteras aja”
oh
my god ibunya cila sangat lembut sama seperti anaknya.
“iya mah, justin masuk yuk”
Akhirnya kami masuk
kedalam dan mengobrol diruang tengah.
“cila maukah kamu bantu aku besok?”
“bantu apa yak’s”
“melacak siapakah sebernya shaq itu”
“oke dengan senang hati, dia bilang ia berasal dari USA kan,
aku bingung kok ada cowok USA berpenampilan seperti itu?”
“iya juga ya, iya terlihat seperti orang keturunan arab,
tapi bukan Arabia melainkan bardford, benarkan”
“iya benar, nah kita sudah memiliki beberapa analisa untu
shaq aneh itu”
Kami membuat rencana untuk melakukan penyelidikan besok ,
tak kusadar jam telah menunjukan pukul 24.00 sudah sekitar 1 jam aku berada di
ruamh cila, aku pun berpamitan untuk pulang.
Sesampainya dirumah aku merebahkan tubuhku diatas kasur dan
tak lama setelah itu aku terlelap.
Disekolah
Aku dan cila memulai penyelidikan terhadap shaq, sepulang
sekolah kami membuntuti nya, ia memasuki gg sempit dan kecil kami terus mengikutinya
hingga pada sampai rumah yang keliatan nya tak layak huni, kami semakin
penasaran kami melihat ia berbincang
pada seorang laki-laki yang sepertinya oranng kaya.
“dari mana saja kamu,
katanya pinjam sebentar tapi lama sekali setiap hari aku harus menungga dirumah
jelek seperti ini hanya untuk menunggu mobilku saja”
“maafkan aku tadi
macet dijalan, dan aku harus mengantarkan target ku kerumahnya”
“target-target!!,
mulai besok tak ku ijinkan kamu minjam mobilku lagi”
“jangan dong, aku
sangat memerlukan mobil untuk mempeerlancar misi ku ini”
“oke akan kupinjamkan
asal ad syarat nya?”
“apa syarat nya”
“kau harus membagi
hasil mu dengan ku”
“okelah”
“APA!! Jadi selama ini shaq adalah…. Bersambung ke love
story 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar